Senin, 19 Desember 2016

TUGAS KE 7 BISNIS INTERNASIONAL



BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis swasta dan pemerintah yang melibatkan dua negara atau lebih. Bisnis internasional terdiri dari sebagian besar dan berkembang dari keseluruhan bisnis dunia. Saat ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, dipengaruhi oleh peristiwa - peristiwa global dan persaingan karena output menjual sebagian atau pemasok aman dari negara asing atau bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri.
Menurut para ahli mengemukakan :
Ball, & Mcculloch (2000) : “mengartikan bahwa bisnis internasional merupakan suatu bisnis yang memiliki kegiatan melampui batas negara, yang mencakup perdagangan internasional, pariwisata, transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.

            Bisnis internasional memiliki karakteristik yang berbeda dengan domestik karna bisnis internasional melibatkan aktivitas yang melintas batas. Hal ini menjalankan bisnis internassional lebih rumit karena,
·         Negara mempunyai ciri khas.
·         Masalah yang dihadapi lebih komplex.
·         Transaksi internasional melibatkan perubahan mata uang.

      Seperti hal diatas bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang melewati batas negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional (internasional trade). Transaksi bisnis internasional dilakukan oleh suatu perusahaan negara dengan perusahaan negara lain baik perusahaan swasta maupun pemerintah dalam suatu individu. Bisnis internasional memiliki tujuan untuk menstabilkan negara tersebut, dalam melindungi industri atau produksi dalam negri, mencukupi kebutuhan barang dan jasa dalam negri, memperluas lapangan kerja, memperoleh devisa melalui ekspor impor, memperoleh keuntungan dibidang politik, keamanan, pertahanan, dan sosial budaya.
Daftar pustaka
Ball, Donald A., and Wendell H. Mc Culloch. (2000)  "Bisnis Internasional." Salemba Empat, Jakarta

TUGAS KE 6 LAPORAN KEUANGAN



Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi tentang posisi keuangan dan perubahan, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.
1.   Munawir (1990) Mengemukakan laporan keuangan sebagi berikut : “Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas dari perusahaan tersebut.”
2.  Harahap (2001) “Laporan keuangan adalah laporan yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertu atau jangka waktu tertentu.”
Berdasarkan pengertian di atas, laporan keuangan mencerminkan semua transaksi usaha sepanjang waktu yang menghasilkan peningkatan maupun penurunan bersih ekonomi pemilik modal. Oleh karna itu laporan keuangan merupakan media paling penting dalam menilai persentasi dan kondisi ekonomis sebuah perusahaan.
Hasil keuangan suatu perusahaan dapat dikondisikan karna terdapat  jenis – jenis laporan keuangan sebagai berikut : neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana, dan catatan dan laporan lain sertaa materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan integral.
Menurut Munawir (2002) “Laporan laba rugi pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan modal atau pada laba yang ditahan, walaupun dalam penggunaan  sering diikutsertakan beberapa daftar yang bersifat untuk memperoleh kejelasan yang lebih lanjut. Misalnya laporan perubahan modal kerja, laporan arus kas, perhitungan harga pokok, maupun daftar lampiran yang lain”
Dari kutipan diatas dapat di simpulkan bahwa neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar-daftar yang diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan yang umum digunakan.
Menurut Harahap (2004) “Jenis laporan keuangan terdiri dari jenis laporan keuangan utama dan pendukung, seperti : daftar neraca, perhitungan laba rugi, laporan sumber dan penggunaan dana, laporan arus kas, laporan harga pokok produksi, laporan laba ditahan, laporan perubahan modal, dan laporan kegiatan keuangan.”
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis laporan keuangan terdiri dari :
1.Neraca
Laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu. Neraca menyajikan dalam data historikal aktiva yang merupakan sumber operasi perusahaan yang dijalankan, utang yaitu kewajiban perusahaan, dan modal dari pemegang saham perusahaan.
2.
Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan yang berisikan informasi tentang keuntungan atau kerugian yang diderita oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Pada laporan ini menyajikan data pendapatan sebagai hasil usaha perusahaan dan beban sebagai pengeluaran operasional perusahaan.
3.
Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Biasanya disebut daftar sumber dan penggunaan dana, menunjukkan asal kas diperoleh dan bagaimana digunakannya. Laporan perubahan posisi keuangan menyediakan latar belakang historis dari pola aliran dana. Laporan ini terbagi menjadi dua yaitu; laporan perubahan modal kerja dan laporan arus kas. Laporan perubahan modal kerja menyajikan data-data aktiva lancar dan utang lancar, sedangkan laporan arus kas menyajikan data-data mengenai arus kas.
4.
Catatan dan laporan lain sebagai penjelasan bagi laporan keuangan
Catatan dan laporan lain merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari laporan keuangan. Catatan-catatan ini tergantung pada kebijakan akuntansi yang digunakan pada waktu mempersiapkan laporan keuangan dan memberi tambahan detail mengenai beberapa bagian di laporan keuangan. Seperti, laporan harga pokok produksi, laporan perubahan modal atau laba ditahan, laporan kegiatan keuangan.

Laporan keuangan disusun memiliki tujuan untuk menyediakan informasi keuangan suatu perushaan kepada pihak - pihak yang berkepentingan sebagi pertimbangan dalam pembuatan keputusan ekonomi, dan pihak terkait dapat menentukan langkah – langkah yang akan dilakukan demi perkembangan perusahaan
Menurut Harahap (2004) menyatakan bahwa : “Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan.”
Dari kutipan di atas disebutkan tujuan dari laporan keuangan yaitu untuk memberikan informasi keuangan kepada pemakai yang digunakan untuk proses pengambilan suatu keputusan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) “Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.” (2004:4)
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada Pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut antara lain, pemilik, manajemen, investor, kreditor, dan pemerintah.

Daftar pustaka
Harahap. S. S. 2001. Laporan keuangan. Raja Grafindo Persada
Munawir. S. 1990. Laporan keuangan. Raja Grafindo Persada

TUGAS KE 5 MANAJEMEN PEMASARAN



      Mananajemen pemasaran memiliki tiga unsur yang harus diperhatikan. Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting dalam konsep pemasaran serta menentukan bagaimana manajemen tersesbut dikelola.
Berikut 3 aspek manajemen pemasaran antar lain :
1.   Orientaasi pada konsumen, pada konsep pemasaran sebagai bagian dari manajemen pemasaran iyalah  hal yang menjadi prioritas utama saat menghasilkan sebuah produk bisnis.
2.    Penyusunan kegiatan – kegiatan pemasaran secara integral atau menyeluruh, manajemen pemasaran dapat melalui konsep pemasaran sebagai bagian dari falsafah bisnis yang dapat dijalankan menghendaki adanya pengaturan secara yang dinamis berbagai bentuk penyusunan kegiatan pemasaran secara yang lebih menyeluruh.
3.   Kepuasan konsumen, kepuasan konsumen juga iyalah salah satu unsur penting yang sangat perlu diperhatikan dalam penyusunan konsep pemasaran.

Pengertian manajemen pemasaran merupakan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam mencapai suatu tujuan organisasi.

menurut Kotler & Gunawan (1984) “Manajemen pemasaran iyalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, serta  pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, serta mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi”
menurut  Stanton (1996) “Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan suatu pertukaran dengan pasar yang dituju, dengan maksud untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Daftar pustaka
KOTLER, Philip; GUNAWAN, Ellen. 1984  Manajemen pemasaran. Penerbit Erlangga, 1984.

STANTON, William J. 1996 Prinsip pemasaran. Edisi ke VII. Alih bahasa oleh Basu Swastha DH dan Irawan. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama


Jumat, 16 Desember 2016

TUGAS KE 4 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA



Sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam perusahaan di samping faktor yang lain seperti modal. Dengan demikian, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan untuk meningkatkan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM).
Tujuan MSDM telah disinggung di atas, yaitu untuk meningkatkan dukungan sumber daya manusia dalam usaha meningkatkan efektivitas produksi dalam rangka mencapai tujuan. Secara lebih operasional untuk meningkatkan produktivitas pegawai, mengurangi tingkat absensi, mengurangi tingkat perputaran kerja, atau meningkatkan loyalitas para pegawai dalam organisasi. Dengan demikian apa yang dilakukan organisasi dalam upaya mencapai tujuan tersebut dan mengapa itu harus dilakukan, berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas manajemen sumber daya manusia, akan digambarkan secara umum sebagai berikut. Kegiatan atau aktivasi MSDM secara umum dapat dikategorikan menjadi 4, yaitu :
1. persiapan dan pengadaan
2. pengembangan dan penilaian
3. pengkompensasian dan perlindungan, dan
4. hubungan - hubungan kepegawaian

1. Persiapan dan Pengadaan
Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak kegiatan, di antaranya adalah kegiatan analisis jabatan, yaitu kegiatan untuk mengetahui jabatan yang ada dalam organisasi beserta tugas tugas yang dilakukan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja di mana aktivitas tersebut dilakukan.

2. Pengembangan dan Penilaian
Setelah mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan pelatihan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga sesuatu keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Kemudian dilakukan penilaian yang betujuan untuk melihat apakah unjuk kerja pegawai sesuai dengan yang diharapkan, dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja.

3. Pengkompensasian dan Perlindungan
Untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lain dalam bentuk program program kesejahteraan. Hal ini disebabkan pegawai menginginkan balas jasa yang layak sebagai kosekoensi pelaksanaan pekerjaan. Selain itu untuk melindungi pegawai dari akibat buruk yang mungkin timbul dari pelaksanaan pekerjaan.

4. Hubungan -  Hubungan Kepegawaian
Hubungan - hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai, yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan.