Sumber
daya manusia (SDM) merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam perusahaan
di samping faktor yang lain seperti modal. Dengan demikian, SDM harus dikelola
dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan untuk meningkatkan efisiensi
organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal dengan
manajemen sumber daya manusia (MSDM).
Tujuan
MSDM telah disinggung di atas, yaitu untuk meningkatkan dukungan sumber daya
manusia dalam usaha meningkatkan efektivitas produksi dalam rangka mencapai
tujuan. Secara lebih operasional untuk meningkatkan produktivitas pegawai,
mengurangi tingkat absensi, mengurangi tingkat perputaran kerja, atau
meningkatkan loyalitas para pegawai dalam organisasi. Dengan demikian apa yang
dilakukan organisasi dalam upaya mencapai tujuan tersebut dan mengapa itu harus
dilakukan, berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas manajemen sumber daya
manusia, akan digambarkan secara umum sebagai berikut. Kegiatan atau aktivasi
MSDM secara umum dapat dikategorikan menjadi 4, yaitu :
1.
persiapan dan pengadaan
2.
pengembangan dan penilaian
3.
pengkompensasian dan perlindungan, dan
4.
hubungan - hubungan kepegawaian
1.
Persiapan dan Pengadaan
Kegiatan
persiapan dan pengadaan meliputi banyak kegiatan, di antaranya adalah kegiatan
analisis jabatan, yaitu kegiatan untuk mengetahui jabatan yang ada dalam
organisasi beserta tugas tugas yang dilakukan dan persyaratan yang harus
dimiliki oleh pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja di mana aktivitas
tersebut dilakukan.
2.
Pengembangan dan Penilaian
Setelah
mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan pelatihan. Hal ini
diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga sesuatu
keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan yang terjadi dalam lingkungan
kerja. Kemudian dilakukan penilaian yang betujuan untuk melihat apakah unjuk
kerja pegawai sesuai dengan yang diharapkan, dan memberikan umpan balik untuk
meningkatkan kemampuan dan kinerja.
3.
Pengkompensasian dan Perlindungan
Untuk
mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi
kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lain dalam bentuk program
program kesejahteraan. Hal ini disebabkan pegawai menginginkan balas jasa yang
layak sebagai kosekoensi pelaksanaan pekerjaan. Selain itu untuk melindungi
pegawai dari akibat buruk yang mungkin timbul dari pelaksanaan pekerjaan.
4.
Hubungan - Hubungan Kepegawaian
Hubungan
- hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan
pegawai, yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan
disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan
melakukan bimbingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar